Phone : 0401-3196426
Mobile : 0813-4334-4886 or 0852-0000-7605
e_mail : skfm1026@yahoo.com

Tuesday, December 16, 2014

Upaya Mengatasi Gagal Produksi Rumput Laut Di Sulawesi Tenggara



Radio Suara Kendari (www.suarakenndarifm.com)
    Dalam kurun waktu hampir 7 tahun para petani rumput laut di wilayah Sulawesi Tenggara benar-benar berada dalam keadaan yang terpuruk dalam produksinya sehingga membuat para petani mengalami kerugian. Kegagalan dalam produksi ini disebabkan oleh persoalan ice-ice yang disebabkan syndrom lingkungan (Petrus Rani 2012).

     Berhubungan dengan itu, pada hari selasa 16 Desember 2014 yang bertempat di Hotel Wixel Kendari  Humaniora Indonesia mengadakan sosialisasi hasil ujicoba adaptasi pembudidayaan Rumput Laut terhadap dampak perubahan iklim di Pulau Renda dan Pulau Tobea, Kecamatan Towea, Kabpuaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara yang bertujuan untuk mengatasi gagal panen yang selama ini dirasakan oleh para petani rumput laut.

     Penelitian ini dilakukan di Desa Renda dan Desa Wangkolabu kecamatan Towea, Kabupaten Muna dengan menggunakan jenis bibit Kappaphicus Alvarezzi melalui penanaman di petak uji yang menggunakan empat tempat berbeda lokasi perairan laut dengan kondisi kedalaman yang berbeda-beda.

    Penelitian dilakukan secara partisipatif yang mana melibatkan langsung para petani sebagai pelakunya dengan didampingi dari ahli budidaya rumput laut Bpk. Petrus Rani Pong-masak, S.Pi, M.Si, ahli rekayasa teknologi kantong rumput laut Bpk Agus Cahyadi S.Pi, M.Si dan ahli iklim laut Bpk Dr. Fadly Syamsudin yang dilakukan mulai bulan juni sampai bulan november 2014.

       Dan berikut ini adalah dokumentasi hasil produksi rumput laut setelah diadakannya penelitian.




Sunday, December 14, 2014

Talkshow Pertamina, Sosialisasi Penggunaan Tabung LPG 3 Kg







Friday, November 21, 2014

DJ No. 1 Russia Siap Menghibur Clubers Kendari Malam Ini

No.1 Russia Female DJ
Class Mild Present!!!
Saturdance Party Swiss-belHotel Kendari
22 November 2014

DJ Ulyna (Russia)
DJ QQ Bastian (Kendari)
DJ Radhan Al-Gindo (Kendari)


Come Join!
Presale HTM: 100.K

Start 22.00 PM Till We Drop

Sunday, November 2, 2014

Persagi Sulawei Tenggara Periode 2014 - 2019

Pelantikan Ketua Dan Pengurus Baru Persagi Sulawesi Tenggara, Jum'at (31/10/2014)

Radio Suara Kendari (www.suarakendarifm.com).
Sabtu, 31 Oktober yang bertempat di Hotel Plaza Inn Kendari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) melakukan pengukuhan Pengurus Pimpinan Daerah (DPD) PERSAGI  Prov. SULTRA Periode 2014 - 2019. Pengukuhan yang diikuti oleh perwakilan gizi dari seluruh dinas kesehatan kabupaten/daerah tersebut berlangsung khidmat yang diawali dengan lagu Indonesia Raya, Bagimu Negri dan Mars PERSAGI oleh seluruh peserta yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus pimpinan daerah terpilih oleh ketua umum PERSAGI Bambang Harianto, M.Sc.

Sebelumnya (Tanggal 30 - 31 Oktober), DPD PERSAGI mengadakan seminar yang mengangkat tema "Tingkatkan profesionaliosme tenaga gizi dalam menyongsong era revolusi mental dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkulaitas fokus 1000 hari kehidupan anak" yang diikuti oleh seluruh perwakilan dari setiap kabupaten yang ada di Sulawesi Tenggara. Acara kemudian dilanjutkan dengan Kongres penentuan Pengurus Pimpinan Daerah (DPD) PERSAGI  Prov. SULTRA. Kongres yang berlangsung hingga pukul satu dini hari tersebut (31 Oktober)  akhirnya menetapkan Kamarullah, SP, M.Kes sebagai ketua.

Dalam wawancaranya seusai pelantikan, Ketua DPP Persagi Prov. Sultra terpilih tersebut memaparkan mengenai kasus gizi buruk di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dikatakannya bahwa PERSAGI mencatat terdapat 200 kasus gizi buruk selama tahun 2014 (Dinas Kesehatan Kab. Kota SULTRA). Dari total tersebut, Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton diketahui paling banyak terdapat kasus Gizi Buruk. “Yang lain hanya diangka 10 saja, tetapi untuk Muna Buton mencapai 20”, tuturnya. Dilanjutkan, Buton dan Muna telah tiga tahun berturut – turut sebagai daerah dengan kasus gizi buruk terbanyak. Diketahui bersama bahwa penyebab utama gizi buruk pada balita adalah kurangnya asupan makan oleh penderita. Selain itu, Kamarullah menjelaskan penyebab lain tidak hanya itu saja melainkan factor kemiskinan, pendidikan, maupun pengetahuan dalam mengkonsumsi makanan yang sehat.

Hal senada pula diungkapkan oleh Ketua Dewan pimpinan Pusat PERSAGI, Bambang Herianto, MSc bahwa di Indonesia jumlah gizi buruk pada anak sangat meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, lanjut dia gangguan gizi mulai muncul dengan penyakit baru yaitu gizi lebih dan penderita gizi ganda. Tentu, dengan adanya pengurus daerah PERSAGI periode baru, masyarakat Sultra lebih berharap agar terjadi penurunan signifikan mengenai penderita gizi buruk sehingga Sultra benar-benar menjadi daerah yang unggul dari sisi Kesehatan.



Written By : Adi Gunawan
Picture By : Ino Renggaala


Thursday, October 23, 2014

Great!!!! Perenang Indonesia Pecahkan Rekor Dunia Renang


Perenang Indonesia Mulyana berhasil memecahkan rekor dunia nomor 50 meter gaya kupu kelompok S4. Perenang asal Purwakarta itu pun meraih medali emas cabang renang Asian Paragames 2014.

Mulyana yang turun di lintasan empat kolam renang kompleks Munhak Stadium, Incheon, Korea Selatan, berhasil menyentuh garis finis dengan catatan waktu 39,44 detik. Sedangkan rekor dunia atas nama Darko Duric dari Slovakia yang dicetak saat tampil di Paralympic di London, Inggris, 2012.

Sejak mula, Mulyana terus memimpin di depan. Tetapi pada sekitar lima meter sebelum garis finis, Mulyana terlihat memperlambat kayuhan tangannya. Sebab, dia memang sedang cedera pergelangan tangannya.

Tetapi, ketika memperlambat kayuhannya ternyata pesaingnya jauh berada di belakang Mulyana. Sehingga Mulyana tetap berada di depan dan meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia.

Pelatih renang Indonesia Dimin BA mengatakan, sebenarnya kalau tidak merasa kesakitan di pergelangan tangannya Mulyana bisa lebih mempertajam catatan waktunya.

Menurut mantan pelatih Perkumpulan Renang (PR) Bina Taruna Purwokerto tersebut, dalam latihan Mulyana bisa mencapai catatan waktu lebih tajam yaitu 36,15 detik.

"Tetapi hasil inipun tidak masalah yang penting kita bisa mendapatkan medali emas dan Mulyana memecahkan rekor dunia," katanya menegaskan.

Dengan rekor dunia ini, lanjut dia, Mulyana sudah pasti lolos tampil pada Paralympic di Brazil 2016. "Secara otomatis Mulyana bisa tampil pada Paralympic di Brazil mendatang," katanya.

Ia menambahkan, dengan hasil ini maka cabang olahraga renang sudah menyumbangkan tiga medali emas buat konbtingen Indonesia karena pada Rabu (22/10) sudah meraih dua medali emas.

"Kita hanya menargetkan meraih dua medali emas tetapi ternyata kita bisa mendapatkan tiga emas. Kita masih menempatkan perenangnya di babak final Kamis sore ini tetapi kalau untuk medali emas cukup berat, ya mudah-mudahan bisa meraih perak atau perunggu," katanya.

Mulyana berhasil menyumbangkan dua medali emas dari nomor 50 meter gaya bebas S4 kemudian satunya dari Melianus Marinus Yowei di nomnor 100 meter gaya dada kelompok SB13.

"Kalau menurut perhitungan memang Melianus Yowei bisa meraih medali emas tetapi yang kita targetkan hanya dua emas dari Mulyana. Mulyana sendiri turun di lima nomor," katanya. (Ant)


Sumber By : www.liputan6.com