Phone : 0401-3196426
Mobile : 0813-4334-4886 or 0852-0000-7605
e_mail : skfm1026@yahoo.com

Tuesday, January 6, 2015

Konvermex Goes To School


Kegiatan Konvermex Goes To School melibatkan 10 Sekolah TK yang ada di Kendari, Kegiatan ini bermaksud untuk memberikan penyuluhan tentang cara membasmi penyakit cacingan yang selalu saja menyerang anak balita dan bagaimana cara mencegahnya. Konvermex Goes To School berlangsung dari tanggal 24 November sampai 13 Desember 2014.
Dan berikut ini adalah beberapa foto kegiatan yang terdokumentasi :






Thursday, January 1, 2015

Tahun Baru, Harga BBM Turun

Tarif Premium Sekarang Rp 7.600, Dan Solar Rp 7.250

Rabu, 31 Desember 2014
PEMERINTAH memenuhi janjinya untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dengan harga minyak dunia yang kini sedang turun. Pagi ini (31/12), bertempat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno mengumumkan harga BBM bersubsidi resmi turun.

Harga BBM jenis premium yang sebelumnya Rp 8.500 per liter turun menjadi Rp 7.600 per liter. Sedangkan BBM jenis solar dari Rp 7.500 per liter menjadi sekitar Rp 7.250 per liter, atau turun sekitar Rp 250.

"Harry baru tersebut berlaku mulai pukul 00.00 atau 1 Januari 2015," ujar Menteri ESDM Sudirman Said, seperti dilansir CNN Indoenesia.

Penurunan harga dua produk BBM bersubsidi tak lepas dari rencana pemerintah yang akan menyesuaikan harga jual premium dan solar dengan mengikuti harga keekonomian. Turunnya harga premium menyesuaikan dengan anjloknya harga minyak dunia di pasar Brent dan Mean of Platts Singapore (MoPS) yang menjadi acuan harga minyak impor Indonesia.

Disamping itu, kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) tersebut juga dimaksudkan dalam rangka menghapus pengenaan subsidi pada produk premium. "Kepada pengusaha, ditetapkan marjin 17 persen dari yang diterima," ujar Sudirman.

sumber : jpnn.com

Tuesday, December 16, 2014

Upaya Mengatasi Gagal Produksi Rumput Laut Di Sulawesi Tenggara



Radio Suara Kendari (www.suarakenndarifm.com)
    Dalam kurun waktu hampir 7 tahun para petani rumput laut di wilayah Sulawesi Tenggara benar-benar berada dalam keadaan yang terpuruk dalam produksinya sehingga membuat para petani mengalami kerugian. Kegagalan dalam produksi ini disebabkan oleh persoalan ice-ice yang disebabkan syndrom lingkungan (Petrus Rani 2012).

     Berhubungan dengan itu, pada hari selasa 16 Desember 2014 yang bertempat di Hotel Wixel Kendari  Humaniora Indonesia mengadakan sosialisasi hasil ujicoba adaptasi pembudidayaan Rumput Laut terhadap dampak perubahan iklim di Pulau Renda dan Pulau Tobea, Kecamatan Towea, Kabpuaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara yang bertujuan untuk mengatasi gagal panen yang selama ini dirasakan oleh para petani rumput laut.

     Penelitian ini dilakukan di Desa Renda dan Desa Wangkolabu kecamatan Towea, Kabupaten Muna dengan menggunakan jenis bibit Kappaphicus Alvarezzi melalui penanaman di petak uji yang menggunakan empat tempat berbeda lokasi perairan laut dengan kondisi kedalaman yang berbeda-beda.

    Penelitian dilakukan secara partisipatif yang mana melibatkan langsung para petani sebagai pelakunya dengan didampingi dari ahli budidaya rumput laut Bpk. Petrus Rani Pong-masak, S.Pi, M.Si, ahli rekayasa teknologi kantong rumput laut Bpk Agus Cahyadi S.Pi, M.Si dan ahli iklim laut Bpk Dr. Fadly Syamsudin yang dilakukan mulai bulan juni sampai bulan november 2014.

       Dan berikut ini adalah dokumentasi hasil produksi rumput laut setelah diadakannya penelitian.




Sunday, December 14, 2014

Talkshow Pertamina, Sosialisasi Penggunaan Tabung LPG 3 Kg







Friday, November 21, 2014

DJ No. 1 Russia Siap Menghibur Clubers Kendari Malam Ini

No.1 Russia Female DJ
Class Mild Present!!!
Saturdance Party Swiss-belHotel Kendari
22 November 2014

DJ Ulyna (Russia)
DJ QQ Bastian (Kendari)
DJ Radhan Al-Gindo (Kendari)


Come Join!
Presale HTM: 100.K

Start 22.00 PM Till We Drop